Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Books’ Category

Negeri 5 Menara

Oleh: A. Fuady


Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang*)

*) Imam Syafi’i

Time dibaca dengan thaim dengan menggunakan huruf tha tebal yang sempurna sekali. Now, dibaca dengan berdengung panjang, persis seperti dia membaca mad panjang tiga harakat dalam ilmu tajwid. (hal: 118)
Dia memastikan hapalanku benar, sementara aku memastikan bahasa Inggrisnya bebas dari tajwid. (Hal: 118)

…Kami telah memenangkan sebuah cita-cita untuk menghalalkan menonton televisi di PM, walau semalam saja… (Hal:187)

Aku tidak terlalu paham cerita detailnya, tapi yang jelas Arnold adalah robot canggih utusan dari masa depan untuk menyelamatkan umat manusia. Sepanjang jalan pulang ke rumah Said, kami bertengkar tentang apakah robot yang sudah seperti manusia itu bisa masuk surga atau masuk neraka. (Hal: 227)

Di tengah kecemerlangan otaknya, kekurangan Baso adalah sifat pelupa. Akibatnya selama ini dia menjadi langganan mahkamah karena sering lupa pakai papan nama, lupa pakai sarung ke mesjid, lupa menulis teks pidato dan lupa-lupa yang lain. Bahkan pernah Tyson marah luar biasa gara-gara Baso juga lupa kalau dia harus masuk mahkamah. (Hal: 306)

Pertanyaan mereka adalah problem dwifungsi ABRI. Padahal aku tidak tertarik isu dwifungsi!
Sementara wajah Panglima berlipat-lipat menjawab lemparan pertanyaan dari kiri kanan. Suaranya tegas menekan. Para wartawan terus mencecar bawel. Sedangkan aku terjebak di tengah hiruk pikuk ini – hopeless. Tapi hati kecilku berkata, kalau aku tidak berbuat sesuatu, aku hanya akan menjadi kambing congek. Aku tahu harus membuat impresi yang berbeda kalau mau didengarnya.
Lalu dengan mengumpulkan semua keberanian, aku menengadah ke panglima tinggi besar ini dan berteriak kencang.
“ASSALAMUALAIKUM PAK PANGLIMA!”
Kaget dengan teriakanku, dia menunduk melihat kearahku dengan takjub. Para wartawan yang hiruk mendadak diam dengan mulut melongo. … (Hal: 331)

“… Semakin lama di PM, aku semakin sadar bahwa inti hidup ini adalah kombinasi niat, ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal…” (Hal:382)

Diatas merupakan cukilan-cukilan menarik novel Negeri 5 Menara. Indeed, this is an amazing novel 🙂
Siapa yang menyangka, sebuah tempat tidak populer, seperti pesantren, ternyata menyimpan kekeuatan magis yang dapat membuat banyak orang from zero to hero. Cerita novel ini benar-benar menggugahku dalam…

“MAN JADDA WAJADA!!! Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil!”

Read Full Post »

AJAHN BRAHM (Peter Betts)

Peter Betts atau yang kini lebih dikenal sebagai Ajahn Brahm adalah pria kelahiran London tahun 1951, ia meraih gelar Sarjana Fisika Teori di universitas Cambridge saat usianya 23 tahun. Peter sudah ditinggal wafat oleh ayahnya sejak remaja. Bersama kakak dan ibunya mereka hidup dalam kemelaratan dan siapa yang menyangka berkat ketekunannya dalam belajar ia berhasil meraih beasiswa di universitas dan di gedung yang sama dengan Prof. Stephen Hawking. Peter muda di usia 23 tahun memilih untuk meninggalkan kemapanan yang belum lama dicicipinya beserta seluruh janji dan prospeknya. Pada tahun 1974 ia memutuskan menjadi petapa dan berguru dengan Ajahn Chah Bodhinyana… (Hal: Kata Pengantar)

Buku ini menuliskan 108 cerita pendek pembuka pintu hati, dan “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” adalah cerita ke-108 yang isinya mengibaratkan tentang manusia yang berpandangan bahwa kenikmatan duniawi merupakan kebahagiaan yang lumrah dan layak diperjuangkan dengan segala cara dan harga. Sementara itu, kita bersikap apatis, apriori, dan pesimis terhadap adanya kebahagiaan lain yang lebih luhur dan abadi, tanpa berupaya untuk datang dan melihat sendiri… (Hal: xi)

Buku ini cukup bagus untuk dibaca dan diresapi, baik untuk membangun pengembangan karakter positif. Diantara 108 cerita di dalamnya, aku tertarik dengan salah satu ceritanya tentang;
Berjudi
Pada suatu pagi, seorang teman terbangun dari sebuah mimpi yang terasa sangat nyata, dia bermimpi tentang lima malaikat yang memberinya lima kendi emas sebagai lambang keberuntungan…
Ketika dia ke dapur, dia melihat istrinya telah membuatkan lima butir telur rebus dengan lima roti panggang untuk sarapan. Di halaman depan koran pagi, dia mengamati tanggal hari itu, 5 Mei (bulan kelima). Hal-hal aneh terus berlanjut. Dia membalikkan Koran ke halaman pacuan kuda. Dia tertegun melihat bahwa di Ascot (lima huruf), di balapan ke lima, kuda nomor lima bernama… Lima Malaikat!…
Dia mengambil cuti setengah hari. Dia menarik 5.000 dolar dari tabungannya di bank. Dia pergi ke arena pacuan kuda, ke bandar kelima, memasang taruhannya: 5.000 dolar untuk kuda niomor 5, balapan ke 5, Lima Malaikat, untuk menang. Mimpinya ternyata memang tidak salah. Si kuda menyelesaikan balapan di urutan ke-5!
… (Hal: 53-54)

Read Full Post »

AN Ubaedy

bina-mahasiswa.blogspot.com

bina-mahasiswa.blogspot.com


…Harvard University tahun 1990-an melaporkan
bahwa keberhasilan itu 20% bakat (dasariah)
dan 80% adalah usaha mengembangkan bakat
(pemberdayaan)… Charles A. O’Reilly, Professor,
Stanford Graduate School of Business menyimpulkan
bahwa pada akhirnya yang menentukan manusia
adalah usahanya (effort).
“Dan Bahwasanya seseorang itu tiada memperoleh
selain dari apa yang sudah diusahakannya…”
(An Najm: 39-41) … (hal: 7)

“Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat maka
kejahatan itu bagi dirimu sendiri.” (Al Israa: 7) (hal: 50)

John Maxwell menyarankan, “Berkumpul pada seseorang yang berpikir negatif, lama kelamaan akan mempengaruhi kita.” …(hal:60)

…jika kita tidak tahu apa yang utama (the priority) untuk kita kerjakan, maka kita pun tidak tahu apa yang tidak utama. Jika kita tidak tahu apa yang penting (the important), maka kita pun kurang mengetahui apa yang kurang penting. Jika kita tidak tahu keduanya, maka kita akan mudah melakukan hal-hal yang tidak utama,…
…Kita sudah mengeluarkan 80% aktivitas tetapi hasilnya hanya 20%. …(hal: 61)

…penghambat kreativitas adalah cita-cita yang rendah, terkubur oleh rutinitas untuk memenuhi kebutuhan atau tidak punya harapan optimisme terhadap masa depan. …(hal: 80)

Covey mengatakan bahwa jalan untuk bisa dipahami orang lain adalah memahami orang lain lebih dulu…(hal: 100)

Read Full Post »

M. Quraish Shihab

lentera-hati.com

lentera-hati.com


Banyak orang yang sebenarnya berotak jenius masih ragu menggunakan akalnya karena takut melanggar batas yang dibolehkan agama. Tapi banyak pula yang begitu yakin dengan kemampuan akalnya sehingga mematok kemasukakalan sebagi ukuran diterima tidaknya suatu ajaran agama.

…Islam tidak berkembang, dan dalam saat yang sama dinyatakan pula bahwa Islam selalu sesuai dengan setiap waktu dan tempat. (hal: 55)

Ajaran Islam menyambut baik setiap perubahan, (hal: 57)…

Dan masih banyak lagi kaidah-kaidah lainnya yang bersifat pasti, lagi tidak berubah, yang kesemuanya mengantar kepada kelenturan hukum-hukum agama dan menjamin kesesuaiannya dengan setiap tempat, waktu, dan situasi. (hal: 62)

Salah satu cara keliru yang ditempuh oleh sementara cendikiawan Muslim guna membuktikan kesejalanan ajaran Islam dengan perkembangan sains adalah menyambut setiap penemuan ilmiah dengan menyatakan bahwa hal tersebut telah diungkap oleh al-Quran, lalu mereka memaksakan penafsiran ayat agar sejalan dengan penemuan tsb (hal: 71).

Read Full Post »